Showing posts with label Keluarga. Show all posts
Showing posts with label Keluarga. Show all posts

Thursday, 17 December 2009

Mother and Son

A friend in Blogit, whose son is in the army, wrote a post that inspired me to write this post (thoughts which has been haunting my mind for a while..)

Ever since I have sons, the biggest difference that I have been feeling, compared to myself when I was their age, is their interest towards weapons... Ariq really loves arms (guns, cannon, etc.), while Aza loves swords.. I grew up as one of three girls in the family, and my parents panic (I mean, seriously worried with pale-white face) every time my sons are playing with their toy weapons.. As can be expected, my mother-in-law who has two sons, keeps saying, "It was sword and gun made of wood back in those days, now they are plastic.. but they are really just the same!"

Ariq has been changing the computer screen wallpaper every day with every nice-looking tank he can find on the internet and he always asks me questions about all the weapons he finds out about (which I usually don't have the answer for)..

He got me thinking when one day he asked me, "Mum, does a good guy handle a gun? Or are guns only for bad guys?"

I certainly didn't want to give him the wrong idea, so I took a while before answering. I could only pray that I gave him the right answer...

"No, not only bad guys. Good guys can handle guns too, only for the different reason.. Good guys will handle the guns to protect other people."

Then Ariq asked again, "Can good guys know about weapons better than the bad guys?"

I began thinking again before I answered. I wanted to find an easy way to explain to a young child, and the first thing came to my mind was Calleigh Duquesne (CSI Miami)..

I showed him a lab scene of the series and said to him, "Calleigh is a weapon speacialist. Her expertise has helped catch many bad guys."

Ariq's eyes lit up, "Wow! She's pretty and very smart and one of the good guys!"

Often I think about how I would feel if Ariq's interest doesn't fade but becomes stronger instead? What if one day he chooses to join the army or the police force to pursue what he considers the best for him and what he wants to do in life?

No mother would accept her son's decision easily, when it comes to life-risking profession, but when the decision is made based on strong passion and good intention, I always believe that it is what being a mother/a parent is really about; guiding their children to find what they want to do and who they want to be in life..

I think back to my grandfather (my mum's father). He was an army medic during the war (against Dutch and Japanese), and after we gained independence, he was posted in the Centre of Nuclear and Biochemical Research. I always feel proud looking at his photograph wearing his uniform and I still keep his last uniform on the top shelf of my cupboard to this day. I never forget either the proud feeling during his funeral at the military cemetary.

The thing that made me proud of him the most was how the way he expressed his feelings about his love for his country, loyalty to friends and his knowledge about performing medical treatments on the field. I could clearly see how passion about what we do and good intentions in life can make a difference, even in a toughest profession.

As much as I don't like the thought of war, weapons, and all those things, I do realise that someone (some people) have to do it (becoming members of the police force and armed forces), and I find peace in the thought that people who join those forces are people who love what they are doing because they believe they are doing a good thing for other people..

My friend's tears might become mine one day, but just like her, I will not stop my son from doing what he believes is right and the best for him as long as he does it with passion and good intention...

Saturday, 17 January 2009

Pembelajaran di Rumah (Home Learning)

Baru-baru ini, saya diminta untuk meriset dan menulis sebuah artikel tentang pembelajaran anak di rumah.

Dari proses penulisan artikel tersebut, saya mengetahui bahwa ternyata jumlah orang tua yang menyelenggarakan pembelajaran anak di rumah di masa sekarang ini cukup banyak dan terus bertambah.

Meskipun saya bukan/belum menjadi salah satu orang tua yang menyelenggarakan pembelajaran anak di rumah secara penuh, tapi saya merasa bahwa sistem pembelajaran ini banyak sisi positifnya.

Sebagian dari orang tua yang menyelenggarakan pembelajaran anak di rumah tidak menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah formal sama sekali. Saya menyebut sistem ini sebagai full-time home learning.

Sebagian lain, menyelenggarakan pembelajaran di rumah sebagai pelengkap dari kurikulum yang sudah didapat anak di sekolah formal. Saya menyebut sistem ini sebagai part-time home learning.

Masing-masing sistem memiliki metode dan struktur sendiri, namun tujuannya adalah untuk menyempurnakan pembinaan dan pendidikan anak untuk menjadikannya satu pribadi yang utuh dan menyeluruh, serta mampu secara mandiri memotivasi dirinya dalam rangka berusaha menjadi manusia yang lebih baik.

Yang menarik bagi saya, saat saya melakukan riset tentang pembelajaran di rumah ini adalah bahwa di beberapa negara sistem pembelajaran di rumah ini adalah sesuatu yang ilegal.

Menurut saya, pembelajaran di rumah justru merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dilakukan oleh setiap keluarga dengan porsi dan metode yang tepat untuk mendukung perkembangan anak.

Dari berbagai sumber yang saya dapatkan dalam riset saya di internet, banyak sekali yang dapat kita gunakan untuk membantu dalam meningkatkan motivasi dan kualitas belajar anak-anak kita di rumah.

Sumber-sumber ini sifatnya tidak berusaha untuk mengajak para orang tua untuk mulai menyelenggarakan pembelajaran di rumah, namun lebih bertujuan untuk saling bertukar informasi dan pendapat tentang pembelajaran anak di rumah.

Para orang tua pemilik website-website ini juga tidak menyatakan keberatan yang berlebihan atas kurikulum sekolah pada umumnya. Mereka hanya mengharapkan yang lebih baik untuk anak-anak mereka.

Di blog ini, saya tampilkan beberapa link yang saya anggap menarik dan dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Terima kasih.
Indri

Thursday, 6 November 2008

Tidak boleh kalah...

Contoh 1: "Bu, ini komputer kok diem aja sih? Padahal aku kan lagi seru mainnya!"

Contoh 2: "Bu, aku disuruh Bu Guru cari artikel tentang peternakan ayam dan bahaya flu burung. Kata teman-teman kalau dari internet lebih gampang dan banyak bahannya, daripada ngumpulin koran bekas. Gimana sih cara pakai internet?"

Contoh 3: "Bu, aku harus bikin laporan kegiatan karya wisata kemarin dengan MS-Word. Ajarin dong, Bu."

Inilah keseharian ibu-ibu rumah tangga di jaman ini. Tidak mungkin lagi para ibu melarang anak-anaknya meyentuh perangkat komputer di saat sang bapak tidak di rumah (sedang bekerja), karena anak-anak bukan saja sekedar ingin mencoba, tapi mereka juga membutuhkan perangkat komputer (termasuk internet) sejak sangat dini, dan para ibu sangat dibutuhkan 'keahlian'-nya untuk membantu dan membimbing anak-anak di rumah.

Kalau sang ibu tidak mahir menggunakan perangkat komputer, repotlah jadinya..

Itu baru untuk awalnya saja.. selanjutnya, komputer dan internet bisa membantu ibu-ibu (dan bapak-bapak dan anak-anak) dalam berbagai hal. Misalnya, mencari alternatif tempat liburan dari berbagai harga, mengatur keuangan keluarga, sampai mencari teman diskusi untuk berbagai 'tantangan' sehari-hari (termasuk menu makan anak, dll.)

Kesimpulannya.. komputer dan internet sangatlah berguna bagi ibu rumah tangga. Jangan sampai rasa asing dan takut kita terhadap perangkat komputer ini menghalangi kesempatan kita untuk membawa keluarga kita ke arah yang lebih baik.